(I)
Tuhan ku
Izinkan aku meneleku di hadapan Mu
Ku ingin menyembahkan gundah di pesisir kalbu ku
Sebelum ku minta dengan segala kekuasaanMu
Usaikan pergi seraup rencah rasa yang beku keliru.
Tuhan ku
Maka seandainya aku berbohong tentang sesuatu
Engkaulah sebenarnya yang sentiasa tahu
Maka kalaupun ku akan malu mengakui
Engkau jua lah yang lebih mengetahui
Bagi ku..
Telah terbogellah segala jiwa ku
Tiada seurat pun jua rahasia bagiMu
Jawapannya sahaja yang ada padaMu.
(II)
Tuhan ku
Nikmat ini lebih sakti dari tiada
Sewaktu Engkau kirimkan tandang pada tatap matanya
Sesaat Engkau wahyukan niat pada sungging senyumnya
Semasa Engkau hulurkan surat cinta pada sapa pertamanya.
Tuhan ku
Nikmat ini lebih sakit dari tiada
Membikin ku terasing dalam kebisingan
Membuat ku meresah dalam keriuhan.
Sungguh.
Aku telah kalah.Tiada berdaya.
Tiada tempat mengadu
Selain Mu.
Selain Mu.
Tuhan ku
Aku tidak akan mampu menyambut harapan
Lewat kiriman ingatannya tadi malam
Aku tidak akan menahan diri melukainya
Sewaktu dia menjual caknanya.
Tolongilah daku..TuhanKu
Padamlah gugusan rindu ini
Seperti perginya siang ke pojok malam
Tinggalkan saja senjanya di lereng waras
Agar tetap kan ku syukuri
Nikmat yang Engkau beri.
TuhanKu..
Aku berserah kepada Mu.
Hanya kepada Mu.