Bila Lagi Kita Akan Bertemu?

Kalau boleh ku turutkan inginku
Ku minta yang sedang-sedang saja
Membaca perasaan mu
Dibalik ayat-ayat terpilih
Yang terbit pada bibir mu.
Kalau boleh kau turutkan inginmu
Mintalah yang biasa-biasa saja
Dengar-dengar tentang aku
Di balik ketawa-ketawa ku
Yang lahir dari gurauan kita.
Di tengah kejauhan jarak ini
Aku tuliskan puisi rindu untuk mu
Tapi bukan puisi memohon dicintai
Oleh mu.
Di tengah kejauhan jarak kita ini
Kau utuskan ingatan yang bertali-tali
Tapi jangan ingatan yang hendak dimatikan
Oleh ku.
Saat demi saat menitis
Sampai penuh menjadi seminit
Sampai melimpah menjadi sejam.Sejam.
Lalu sehari.
Aduhailah
Lambat sungguh hari berlalu
Lambat sungguh besok menjelma
Lambat sungguh sebuah tanya ini terjawab
Bila lagi kita akan bertemu?